Laporan Pengawasan

BAB I.

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pengawas sekolah berperan penting dalam peningkatan profesionalitas guru berkelanjutan. Seperti diketahui, program pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan bertujuan memelihara, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi guru secara berkelanjutan untuk mencapai standar profesi guru yang dipersyaratkan agar sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Sebagai penjamin mutu pendidikan, pengawas sekolah ikut bertanggungjawab dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut di atas.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru Pasal 54 ayat (8) dan (9) memuat bahwa pengawas terdiri dari pengawas satuan pendidikan, pengawas mata pelajaran atau pengawas kelompok mata pelajaran. Ruang lingkup tugas pengawas adalah melakukan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan pengawasan. Sementara itu pada Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar kompetensi pengawas sekolah/madrasah dijelaskan bahwa tugas pengawas satuan pendidikan adalah melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik.

Tugas pokok pengawas mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran yaitu melaksanakan pengawasan akademik meliputi pembinaan, pemantauan dan penilaian pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan (SNP),  antara lain standar isi, standar proses, standar penilaian, standar kompetensi lulusan, pada guru mata pelajaran di sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan. Kegiatan pembinaan melalui pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru ini dapat dilakukan melalui workshop, seminar, observasi, individual dan group conference, serta kunjungan kelas melalui supervisi akademik. Melalui upaya-upaya seperti ini diharapkan guru profesional dapat diwujudkan.

Guru profesional dalam kerangka SNP setidaknya menguasai empat standar kompetensi guru seperti dimuat pada Permendiknas Nomor 16 tahun 2007. Kompetensi itu meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Namun pada hakekatnya, seorang profesional adalah seorang yang menjalankan pekerjaannya berdasarkan kemampuan dan sikap yang sesuai dengan tuntutan profesinya (Tilaar:2002:86). Banyak ahli sependepat bahwa tujuan-tujuan terbaik dari pengelolaan pendidikan dapat diwujudkan melalui tangan-tangan guru yang profesional.

Kewajiban guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 tentang Guru Pasal 52 ayat (1) mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok. Selanjutnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor PER/16/M.PAN-RB/11/2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya,  pada bab VII pasal 13 ayat (2) memuat setidaknya lima belas butir kegiatan guru mata pelajaran yang dinilai angka kreditnya yang apabila disimpulkan tidak jauh berbeda dari kegiatan-kegiatan pokok seperti termuat pada PP di atas.  

Tidak berlebihan kalau Tilaar (2002:89) menegaskan bahwa seorang guru profesional harus dapat mengadakan evaluasi dalam proses pembelajaran, membimbing peserta didik mencapai tujuan program pembelajaran, seorang administrator, seorang komunikator dan mampu mengadakan penelitian-penelitan yang berkaitan dengan peningkatan profesional seorang pendidik.

B.  Fokus Masalah

Tugas pokok pengawas mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran yaitu melaksanakan pengawasan akademik meliputi pembinaan, pemantauan dan penilaian pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan (SNP) antara lain standar isi, standar proses, standar penilaian, standar kompetensi lulusan, pada guru mata pelajaran di sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan. Aspek-aspek kompetensi guru yang dimuat pada standar-standar itu antara lain:

  1. Standar Isi meliputi:
  2. Penyusunan Kurikulum
  3. Analisis Tujuan Mata Pelajaran.
  4. Analisis SK/KD Mata Pelajaran.
  5. Penyusunan Silabus mata pelajaran.
  6. Standar Kelulusan.
  7. Analisis SKL mata pelajaran.
  8. Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM)
  9. Standar Proses meliputi:
  10. Perencanaan proses pembelajaran.
  11. Pelaksanaan proses pembelajaran.
  12. Pengawasan proses pembelajaran.
  13. Standar Penilaian meliputi:
  14. Prinsip penilaian
  15. Teknik dan instrumen penilaian.
  16. Mekanisme dan prosedur penilaian.
  17. Penilaian oleh pendidik.
  18. Penilaian oleh satuan pendidikan.
  19. Penilaian oleh pemerintah

C.  Tujuan dan Sasaran Pengawasan

  1. 1.    Tujuan

Laporan hasil pengawasan ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah.
  2. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan berdasarkan hasil penilaian terhadap fokus binaan yang dilakukan pengawas sekolah terhadap kinerja guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran.
  3. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan berdasarkan hasil pemantauan yang telah dilakukan terhadap pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
  4. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan berdasarkan hasil pembinaan yang telah dilakukan terhadap:

1)   Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku.

2)   Penerapan berbagai inovasi pendidikan dan pembelajaran.

  1. Memberikan informasi terhadap berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan sekolah.
    1. 2.    Sasaran dan Manfaat

Adapaun sasaran yang telah dicapai sesuai isi laporan ini diharapkan bermanfaat antara lain:

  1. Bagi pengawas sendiri, laporan hasil pengawasan akan dimanfaatkan antara lain :
  2. Sebagai landasan dalam penyusunan program kerja pengawasan tahun berikutnya dan mengetahui keterlaksanaan program.
  3. Sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan dalam satu periode pengawasan (semester).
  4. Sebagai bukti pertanggungjawaban atas tugas pokok dan fungsinya dalam penilaian, pembinaan dan pemantauan sekolah yang dibina.
    1. Bagi Dinas Pendidikan, laporan hasil pengawasan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan berikut:
    2. Sebagai bahan dalam menilai kinerja pengawas sekolah.
    3. Sebagai sumber informasi untuk mengetahui gambaran spesifikasi tentang sekolah yang menjadi binaan pengawas.
    4. Sebagai landasan untuk menentukan tindak lanjut pembinaan dan fasilitasi terhadap sekolah yang menjadi binaan pengawas.
    5. Sebagai sumber informasi untuk menyusun data statistik sekolah.

D.  Ruang lingkup Pengawasan

Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 54 ayat (8) dan (9) memuat bahwa pengawas terdiri dari pengawas satuan pendidikan, pengawas mata pelajaran, atau pengawas kelompok mata pelajaran. Ruang lingkup tugas pengawas adalah melakukan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan pengawasan yang ekuivalensinya dengan 24 (dua puluh empat) jam pembelajaran tatap muka dalam 1 (satu) minggu yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Sehubungan dengan laporan ini, penulis akan menjelaskan ruang lingkup pengawas mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran sesuai dengan penugasan penulis sebagai pengawas kelompok mata pelajaran berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Nomor 800/114/Pdd-2009 (terlampir).

Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2009 (2009:31-32) memuat tugas pokok pengawas mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran yaitu melaksanakan pengawasan akademik meliputi pembinaan, pemantauan dan penilian pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan (standar isi, standar proses, standar penilaian, standar kompetensi lulusan) pada guru mata pelajaran di sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan.

Lingkup kerja pengawas mata pelajaran atau pengawas kelompok mata pelajaran untuk melaksanakan tugas pokoknya yaitu: untuk  ekuivalensi kegiatan kerja pengawas mata pelajaran atau pengawas kelompok mata pelajaran terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka,  menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina pada satu atau beberapa sekolah. Jumlah guru yang harus dibina untuk tiap jenis mata pelajaran bagi pengawas SLTP/SLTA  paling sedikit 40 guru dan paling banyak 60 guru di SMP dan atau di SMA. Adapun ruang lingkup pengawasan mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Penyusunan Program Pengawasan Mata Pelajaran atau Kelompok Mata Pelajaran yang terdiri atas (1) program pengawasan tahunan, (2) program pengawasan semester, dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA).
  2. Melaksanakan Pembinaan, Pemantauan dan Penilaian meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan standar isi, standar proses, standar penilaian dan standar kompetensi lulusan.
  3. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan.
  4. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru.

Berdasarkan uraian di atas, maka ruang lingkup pengawasan sehubungan dengan penyampaian laporan ini adalah sebagai berikut:

Tabel 1: Kegiatan pengawasan akadamik

              berdasarkan aspek Standar Nasional Pendidikan

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEGIATAN PENGAWASAN
MEMBINA MEMANTAU MENILAI
Standar Isi
  1. Kompetensi guru dalam menyusun dokumen KTSP
  2. Kompetensi guru dalam menganalisis Tujuan Mata Pelajaran
  3. Kompetensi guru dalam menganalisis SK/KD mata Pelajaran
  4. Kompetensi guru dalam menyusun silabus mata pelajaran.
    1. 1.    Penyusunan dokumen 1 KTSP oleh tim pengembang kurikulum sekolah.
    2. Kemampuan guru menyusun silabus mata pelajaran.
   
Standar Kelulusan
  1. Kompetensi guru  dalam menganalisis SKL Mata Pelajaran
  2. Kompetensi guru dalam menyusun standar kelulusan mata pelajaran (KKM)
1. Implementasi penerapan kriteria kenaikan kelas.

2. Implementasi penerapan kriteria penjurusan.

3. Implementasi penerapan kriteria kelulusan.

 
Standar Proses
  1. Kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

 

1. Kegiatan guru melaksnakan pembelajaran di kelas

2. Kegiatan guru menilai proses dan hasil belajar peserta didik di kelas.

3. Pengawasan proses pembelajaran.

4. Pelaksanaan pembelajaran Remedial dan pengayaan

  1. Kemampuan guru dalam menyusun RPP.
  2. Kemampuan guru melaksanakan pembelajaran.

 

Standar Penilaian
  1. Kompetensi guru dalam menyusun perangkat penilaian.
  2. Kompetensi guru dalam menganalisis hasil-hasil penilaian
    1. Implementasi prinsip penilaian.
    2. Pelaksanaan Penilaian oleh Pendidik
    3. Pelaksanaan Penilaian oleh Satuan Pendidikan
    4. Pelaksanaan penilaian oleh Pemerintah.
 
  1. Kemampuan guru membuat alat penilaian hasil belajar.
  2. Kemampuan guru menganalisis hasil penilaian pembelajaran

 

E.  Definisi Operasional

  1. Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (PP No.19 tahun 2005,Bab 1, Pasal 1, butir 1)

  1. Standar Isi

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenis dan jenjang tertentu (PP No.19 tahun 2005 Bab 1, Pasal 1, butir 5)

  1. Standar Proses

Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan (PP No.19 tahun 2005, Bab 1, Pasal 1, butir 6)

  1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (PP No. 19 tahun 2005, Bab 1, Pasal 1, butir 5)

  1. Standar Penilaian Pendidikan

Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik (PP No.19 tahun 2005, Bab 1, Pasal 1, butir 11)

  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan  (PP No.19 tahun 2005, Bab 1, Pasal 1, butir 15)
  2. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu mencakup standar komptensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, sumber/bahan/alat belajar (panduan penyusunan KTSP, BSNP tahun 2006, Bab III.A)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar (Bimtek KTSP 2009)
  4. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan (Permendiknas No. 20 tahun 2007 lampiran butir A.10)
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: